Bagiku, kau adalah guru
Karena kau mengalami lebih dulu, dan lebih banyak dari aku
Kau sudah belajar lebih dulu
Dan kau lebih banyak tahu
Karena itu, aku menghormatimu
Ada saja yang tidak menghargaimu
Mencoba menyingkirkanmu
Menjatuhkanmu
Dari sudut pandangku, seperti itu
Kamu disia-siakan
Walau manusia memang memiliki kekurangan
Tapi kekuranganmu, dibersar-besarkan
Yang penting hati mereka senang
Dengan merasa paling tersakiti
Tanpa mencoba memiliki prasangka baik padamu
Seolah kamu hanya pantas mendapat prasangka buruk
Seolah kamu sudah pasti jahat
Seolah kamu adalah tokoh jahat dalam cerita mereka
Menurut sudut pandangku, ini adalah kehidupan
Bukan cerita dalam buku
Tidak ada yang benar-benar jahat
Tidak ada yang benar-benar baik
Semakin bertambah usia, ada saja yang terjadi
Bahwa manusia itu, ada yang jahat, maksudku dominan jahat
Aku tidak ingin mempercayainya
Tapi nyata adanya
Seperti saat aku sendiri melakukan dosa dengan kesadaran
Bahwa iya, terkadang aku "tidak bisa" atau mungkin "tidak mau" menghindari dosa itu
Itu adalah ujian bagi mereka
Seperti aku diuji dengan dosa itu
Maka saat itu, saat diuji itu, jika kita tak berhasil, kita menjadi "tokoh jahat sementara" bagi orang lain
Sementara atau selamanya adalah pilihan kita
Komentar
Posting Komentar